bahrunalimurtopo@gmail.com . Diberdayakan oleh Blogger.
.
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan Kebumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan Kebumen. Tampilkan semua postingan

PERMATA DUNIA

Bukanlah emas ataupun perak
Bukan pula butiran mutiara
Dan juga bukan intan yang berkilau
Lalu apakah permata dunia itu ?????
        Wanita solehah
        Yah,, itulah sang permata dunia
       Wanita yang senantiasa menjaga          kehormatannya
       Wanita yang selalu mengoleskan lipstik kejujuran di bibir manisnya
       Wanita yang membalut rambutnya dengan selendang islami
Wahai sang dewi ……..
Mampukah Engkau menjadi sang permata dunia ?????
Cobalah hiasi dunia ini dengan amal ibadahmu
Cobalah sinari duni ini dengan cahaya imanmu

BY: Siti Mustoingah

KETIKA SANTRI BERBICARA KARTINI……

Bulan April identik dengan peringatan bagi seorang tokoh pahlawan bangsa, pahlawan bagi para kaumnya dan bagai melati di negerinya. Perjuangan dan pemikirannya akan terus diingat karena berkat dialah perubahan itu ada. Dia tidak hanya dikenal di negerinya saja tetapi di negeri kincir angin sana dirinya juga dikagumi. Semua itu berawal dari surat-surat yang dia kirimkan untuk sahabatnya yang berkebangsaan Belanda. Hidupnya sebagai anak seorang Bupati yang pada waktu itu bisa merasakan bangku pendidikan sedangkan perempuan lain selain dirinya banyak yang hanya menerima keadaaan yang menempatkannya sebagai pelengkap atau istilah lain kanca wingking.
Seiring perjalanan waktu akhirnya perjuangannya tak sia-sia karena di masa sekarang perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Bahkan tak jarang seorang perempuan bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dari seorang laki-laki. Semua itu bukan berarti perempuan ingin selalu mengungguli laki-laki tetapi seorang perempuan memiliki hak untuk menjalankan peransosial yang dengan laki-laki selama perempuan tersebut tidak keluar dari kodratnya sebagai perempuan, sebagai seorang ibu, atau sebagai seorang istri. Perjuangan kartini untuk menjadikan para perempuan bisa merasakan indahnya bangku pendidikan juga tidak menginginkan tugas wajib perempuan seperti yang tersebut di atas terabaikan. Justru Kartini menginginkan para perempuan berpendidikan agar ia bisa mendidik anak-anaknya dengan baik, bukan untuk menuntut kedudukan yang lebih seperti yang mulai terjadi di masa sekarang.
Banyak perempuan masa kini menggunakan dalih emansipasi ataupun persamaan hak mereka melupakan tugas pokoknya. Ada seorang perempuan yang karena kesibukannya di kantor sehingga ia tak memiliki waktu untuk anak-anaknya sehingga anak-anaknya menjadi generasi yang kurang kasih sayang dan tak jarang mereka terjerumus kepada hal-hal yang terlarang. Penulis tidak bermaksud untuk mengatakan perempuan yang memiliki banyak kesibukan tidak bisa menjaga tugasnya tetapi karena beberapa kasus memang sudah terjadi. Jadi disini penulis hanya ingin mengingatkan bahwa menjadi apapun seorang wanita itu harus tetap ingat bahwa anak-anaknya menginginkan perhatian dan kasih sayangnya. Seorang perempuan harus bisa membagi waktunya baik untuk kesibukannya maupun untuk keluarganya, itulah perempuan yang dicita-citakan Kartini.Lalu, bagaimana pesantren berbicara soal kartini ? Guru spiritual Kartini merupakan salah satu ulama yang terkenal di negeri ini. Dikenal dengan nama Kyai Sholeh Darat, dari beliau lah Kartini mendapatkan nilai-nilai Islam dan Kartini juga menginspirasi ketika AlQuran hendak diterjemahkan, ia mengusulkan Alquran bisa diterjemahkan dalam bahasa jawa sesuai dengan tempat tinggalnya yang bahsa sehari-harinya merupkan bahasa Jawa. Dari situ sudah terlihat bahwa seorang Kartini selalu menginginkan agar nilai-nilai Islam bisa dipahami oleh masyarakat sekitar. Hingga akhirnya sukseslah terjemahan Al Fatikhah dengan tulisan pegon yang dihadiahkan oleh gurunya ketika Kartini menikah.
Dari kisah di atas terlihat bahwa Kartini selain sebagai seorang Raden Ajeng, ia juga sebagai seorang muslimah yang menginginkan niali-nilai Islam bisa dipahami. Itu juga menjadi inspirasi bagi pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan asli Indonesia agar bisa menjadi lembaga yang mengantarkan para santri menjadi seorang yang memiliki pemahaman agama yang baik. Di sebuah pesantren bukan hanya kaum laki-laki saja yang bisa mempelajari ilmu agama tetapi kaum perempuan juga tak dibedakan, mereka bisa mempelajari ilmu yang dipelajari juga oleh kaum laki-laki.

Oleh : Siti Aniroh

Pernah Menjadia Pengawal Presiden RI Masa Seokarno Masa Tuanya Di Rumah Kontrakan

Masa Muda Daliman
Masa Mudanya Daliman 
 KEBUMEN- Berjuang tampa pamprih mukin itu kata yang tempat untuk mengambarkan sosok daliman, Meski berjasa sebagai pejuang kemerdekaan Namun di sisi hari tuanya justru hidup sengsara. tak ada gemilang harta, rupiah masih menyewa rumah.  MEngontrak adalah pilihan bagi pak daliman  degan sederhanaanya dala kehidupanya, meski begitu gurat ketampananya di masa mudanya masih terlihat jelas di fotonya.

Daliman salah satu pejuang RI tak hanya itu dalamian juga ber untuk karena pernah mendaat tugas yang bergensi yakni menjadi ajudan presiden Soekarno dan wakilnya Mohamad Hata, karena pernah mengeyam pendidikan yang di kirim oleh Belanda di semarang setalah tamat di jadikan polisi belanda, ketiga belanda pergi datang jepang, juga di rikut menjadi olisi jepang kata daliman mewakili kisahnya.

Berapa kali mengikuti peperangan. Dia pernah ikt perang gerilya yang di pimpin oleh jendral Sudirman, selain itu dia ikut dala kancah peperangan krawang bekasi serta perang palagan Ambarwa, namun di antara peperangan tersebut yang paling ektrem an penuh perjuangan dan cukup menyesarakan adalah perang gerilya dengan jendral sudirman, waktunya cukup panjang selama 6 bulan. 

Masa Tuanya Daliman 
Daliman menambahkan setelah indonesia berhasil dapat merebut dari tangan penjajah, dia bergabung dengan mobrik atau istilah krop brimob di jakarta, pada tahun 1948, Daliman di tarik ke istana kepersidenan untuk menjadi pengawal presiden Soekarno dan Mohamad Hata sebagai wakilnya.

pengalamanya ketiga menjadi pengawal presiden setia ada kunjungan keluar negri, kalo presiden mau masuk WC, selalu saya cek dulu ke WC,  juga pula bila presiden mau makan saya makan dulu untuk di cek, kewatir presiden terna racun. setealh sukarno lenser dia di tarik lagi di krop brimob.

Perjuang daliman memang besar di negri ini meski balasanya tak berapa, daliman tetap menikmati di hari tuanya dengan bahagia walo saaat ini daliman masih hidup atau tingal di rumah kontrakan Bahakuri Gombong  yang hanya di temani cucunya ruli (30) . hdup tak berkecukupan harus di jalani Daliman, di tabah dia sudah lama hidup menduda.

Dulu sih ada istri tapi sudah meningal duniaa tahun 1991 istri juag sebagi Pewira TNI, Pangkat Terahirnya Kolonel. pukas mbah daliman ( sumber Kebumen Ekpres) 

Mabah Muhajir Berjuang Lewat AIO Usir Penjajahan


Mabah Muhajir Berjuang Lewat AIO  Usir Penjajahan
Gerakan angkatan umat Islam ( AOI) Di semlanggu kebumen, kesaksian KH Muhajir (85)  yang menjadi pelaukan sejarah AOI justru menujukan Peranan_peranan santri Semlanggu Kebumen Dalam Mengusir penjajah.
KH muhajir tingal di  Desa Adikraso, keamatan Kebumen. Sosoknya KH Muhajirin ini yang hidup sederhana bersam sebilan anaknya hidup sederhana, merupakan tokoh pemberani dan tanguh.  Yang ikut berjuanag mengusir penjajajh sejak tahun 1947-1950 atau sejak masa Agresi Militer belanda II. Ia menjadi anggota battalion Lemah Lanang  sebagi Tentara Mutatho inin yang dipimpin syeh Mahfud Ahdurrahman dan panglima  perangnya Keyai Sururuddin Purwosari Puring. Di kesatuanya, di persatuanya Muhajirin di peraya Komadan regu I Sie I ampi I Bagian Mobring  AOI Labantaka Batalion Lemah Lanag Semlanggu Kebumen.
Batalion LL di tugaskan di garis (front) timur sungai kemit karang ayar kebumen, sampai desa petanahan kebumen yang sering kali di serang oleh penjajah denagn mengunakan montir kanon, perlaan turus di lakukan walo aktu itu belum menpunyai seata berat.  Karena seata tak seimbang ahirnya belanda menduduki kebumen.Paraangota AOI menduduki Semlangu dan terus meyerang markas bessr belanda. Pertempuran utk mengusir penjajah terus mereka kobarkan.  Yang tak terlepas  oleh para santri ahirnya berhasil menuri persenjataan belanda. Seperti persenataaan  berta , bren, popda dan benda-benda lainya.
Perlaan anggota AOI itu men buat para tentara terusik. Merakpun mencoba menduduki markas-markas AOI  melalui pagar jalan-jalan pager kodok ke urta dengan mebawa persenataan lengap yang di sambut perlawan sengit oleh angota AOI. Ahirnya perang angota belanda banyak yang mati dan ada tentara epang yang menpertahankan diri utuk menunggu batuan untuk mengakuti bangke-bangkenya,
Angota AOI banyak memenangan pertempuran dengan belanda, Namun kaptem Mustanggin dari kali rejo gugur dimedanperjuang,  namaum juga anggota AOI berhaisl merebut pelerngkapan sejata belanda serta bajunya yang di gunakan untuk meneruskan perjuanganya.
Putus asa dengan perjuang AOI tentara belanda mengaak gencatan senjata denagn Batalion LL. Ahirnya tentara belanda mengadakan Durstut. Tentara belanda yang ada di awa barat dan kebumen menu Yogyakarata.  Tentara belanda koar kair melarikan diri, Sersan Munawir dari belanda yang bersenjata angkat tangan.  Dan di tangkap di serahkan pada Mbah Hair.
Namun dalam searah santri semlanggu dalam sejarah catatan  di angap pembrotak, catatan KH Abduramhan Wahid Menyebut pembrotakaan AOI munul akibat kebijakan militer, (APRIS)  Pasa Pengakuan Kedaolatan 27 Desember 1949 yang menghendaki peleburan lascar-laskar perlawan kepada APRIS setelah usai perang kemerdekaan.  Namum peleburan itu di sertai embel-embel hanya orang-orang yang mendapat pendidikan. Yang bisamenduduki abatan komandan battalion. Sementara rata-rata anggota AOI lainya. Sedang anggota AOI tidak menpunyai tidak menpunyai ijazah pendidikan formal. Hinngga mengobarkan perlaan pada TNI.
Mbah muhajir sempat di penjara seperti para pejuang laianya  santri anggota AOI. Saya dio penjara bukan tawanan politik tapi tawanan criminal, di ampur dengan gorong-gorong penury. Saya di ses varbel 3 kali. Jawaban saya hanya satu. Saya menyerah karena menyalahi pemerintah, dengan alas an tersebut hanya di hukum selama 4 bulam.
Setelah lepas dari penjara. Mbah muhajir pergi keserang menjadi pedang klitikan . sehingga mendapat pangilan tugas untuk berkerja di PGB Negri Kebumen. Tidak hanya alloh yang menyaksikan semua mahluk alloh ikut menyaksikan. Bias di lihat bekas-bekas  pahlawan kita rata-rata menadi pimpinan-pimpinan Agama Islam yang mendirikan pondok-pondok Pesantren sampai pendidikan tinggi dan MTQ kebanyakan bahlawan kita.  Pungkasnya yang kini mengisi masa tunya dengan menperdalam ilmu agama dan menberi pengajian. Sumber kebumen Ekpres

Kisah Raharojo Kusumo Menjadi Murid Pangeran di Ponnegoro


Kebumen- Raharjo kusumo ang agrab di pangil mbah harjo, sama sekali engga tampak istimewah atau pun peryayai. Namun meskipun dia hidup bersa keluarga yang yang hidup pas-pasan, pada waktu muda dulu ia keturunan seorang peyayai jamannya. Ia juag sapai menjadi murid pangeran di ponegoro. Pada sat mejadi murid pangeran di ponegoro, mbah harjo selalu menemani gurunya kemanapun dia pergi, bahkan pada saat peperangan melawan penjajah. Mbah harjo masih setia menemani.
Hendak pangeran di ponegoro hendak mau menuju jawa timur dari kadipaten bayumas,did ala perjalanan dari gombong, kebumen, rombongan ka yang jumlahnya sekitar 50 orang  di hadang oleh penjajah belanda.
Ahirnya terjadi perang sengit ada sekitar 30orang yang meningal,  juag ada yang terluka karan dalam peperang tersebut  lawan sudah memakai meriyam sebagi senjata andalanaya.

Dari peperang diponnegoro  yang terluka di suruh untuk menetap di kebumen, yang waktu itu masih di kenal dengan alas bumi, juag pada waktu itu saya terkena senjata meriyam dari belanda.  Anehnya tubuh saya masih tetap utuh , naun terasa jatuh dari tempat yang tinggi sehingga untuk berjalan terasa kesulitan  dan kemudaian di suruh tingal oleh pangeran di ponegoro.”

Hal yang tidak bisa dilupakan oleh mba raharjo, adalah. Tasbeh pemberian pangeran di ponegoro, menrutnya tasbeh itu di yakini sebagi jimat pemberian pangeran di ponegoro. Tasbeh itu akan hilang sendirinya pada saatnya denagns endirinya ketika tidak di perlukan.

Sekitar tahun 1953 sudah agak jauh Indonesia merdeka  tiba tiba tasbeh tersebut menghilang sendirinya, semenjak saat itu, mbah harjo menjalani kehidupan menjadi warga kebumen. Setiap hari mbah harjo masih aktif mrnganyam- anyam abambu untuk di buat caping demi menghidupi keluarganya. Putret Penjuwang Indonesia Masih  Belum di Perhatikan nasibnya… ( kitipan Kebumen ekpres )